Kebermaknaan Fisika Kuantum Sebagai Solusi Membangun Karakter Peserta Didik
DOI:
10.29303/jipp.v7i2b.555Diterbitkan:
2022-05-26Unduhan
Abstrak
Fisika kuantum adalah ilmu tentang perilaku/karakteristik/sifat materi dan energi pada molekul, atom, sub-atomik bahkan yang lebih kecil lagi dari sub atomik. Artikel ini bertujuan menemukan kebermaknaan fisika kuantum yang dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang berpedoman pada Al-Quran. Hasil kajian mendapatkan Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari proses multidimensional yang di mana setiap proses pendidikan dalam hal ini, pembelajaran akan lebih baik tetap mengandung unsur-unsur multidimensional. Unsur multidimensional yang ditekankan dalam artikel ini adalah Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC). Membangun aspek-aspek multidimensional tersebut dapat dilakukan dengan menyisipkan pemaknaan konsep fisika kuantum di setiap proses pembelajaran sebagai contoh untuk menumbuhkan Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC).
Â
Kata Kunci:
kebermaknaan fisika kuantum karakter peserta didik RMACReferensi
Agus Purwanto. (2008). Ayat-Ayat Semesta (Sisi-Sisi Al-Quran yang Terlupakan. Bandung: Mizan Media Utama.
Caulley, DN (2007). Melakukan penelitian tinjauan pustaka: Dari internet hingga makalah [Resensi buku]. Jurnal Penelitian Kualitatif, 9(2), 103-104.
Dewi Utami Swary. (2020). Fisika Kuantum: Jembatan antara Sains dan Spiritualitas. From https://hijauku.com/2022/02/19/fisika-kuantum-jembatan-antara-sains-dan-spiritualitas/
Fink, A. (2014). Melakukan tinjauan literatur penelitian: Dari internet hingga kertas. SAGE Publications Inc. https://libguides.usc.edu/writingguide/literaturereview
Hidayat, R. (2015). Berani bicara pendidikan. Jakarta: Unpak.
I Gusti Agung Made Gede Mudana (2019). Membangun Karakter dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Filsafat Indonesia, 2(2), 75-81 from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/21285
Ikmalonline (2017). Filsafat dan Fisika Kuantum. From http://ikmalonline.com/filsafat-dan-fisika-kuantum-bagian-pertama/
Miles, MB, Huberman, AC, & Saldana, J. (2019). Analisis data kualitatif. SAGE https://us.sagepub.com/enaus/nam/qualitative-databook246128#contents
Matsuki, M. Ishom. (2003). Intelektualisme Pesantren : Potret tokoh dan Cakrawala Pemikiran. Jakarta: Lentera.
Nasution (2011). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara.
Nata, Abudin (1997). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. di Sekolah. Journal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 93-98, from to https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Nata%2C+Abudin.+1997.+Filsafat+Pendidikan+Islam.+&btnG=
Oemar Hamalik (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Rusman (2011). Manajemen Kurikulum. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Rifai, Muhammad (2011). Politik Pendidikan Nasional. Yogyakarta: ArRuz Media
Sofyan Sauri, Strategi Pembangunan Bidang Pendidikan Untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu, file.upi.edu/direktori/ FPBS, diakses 15 Mei 2013.
Suparno Satira (2022). Muslim Kafah-1 dalam Persepsi Saintis. Bandung: ITB Press.
Suparno Satira (2022). Fisika Dasar Pembahasan Terpadu. Bandung: ITB Press.
Rohman, Saifur (2016). Filsafat Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















